Rabu, 01 Januari 2014

BELAJAR YUKKK dari SANG GURU, LEBAH PEKERJA

BELAJAR...adalah kata-kata yang biasa diberikan untuk mereka-mereka yang masih bersekolah atau duduk di bangku kuliah. Pertanyaanya apakah belajar hanya saat itu? atau Belajar dilakukan seumur hidup? Kepada siapakah kita perlu belajar? Guru...YES pada GURU...siapakah guru itu? yang pasti setiap orang atau setiap mahluk atau setiap keadaan yang membuat manusia tercerahkan disebut sebagai GURU. Apakah anda setuju? Jika iya...ayo kita belajar lebih banyak!! SIAP??


Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri melainkan berasal dari kuasaNYA yang Maha Dashyat dan Maha Pencipta.
Bahkan manusia, yang menganggap dirinya lebih bijak, berilmu dan cerdas, ternyata tak mampu menyaingi keahlian mereka. Kisah lebah madu sebagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum. Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. 

Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerja sama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umum. Pengoperasian pabrik yang efisien memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rencana jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Produksi dilakukan berdasarkan rencana produksi yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualitas dilakukan di setiap tahapannya. Setiap insinyur, manajer dan manajer pelaksana memperoleh pendidikan dan pelatihan khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing. Akan tetapi, setelah segala persyaratan ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis. Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perencanaan yang rumit dan biaya mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membangun sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.  

Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya. Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang ia lakukan. Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya. Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi. Suatu koloni lebah terdiri dari: Lebah Pekerja, Lebah Ratu, Lebah Jantan. 

Lama hidup lebah pekerja dipengaruhi oleh musim dan aktivitas menyengat. Pada musim panas lebah ini hidup selama 4–6 minggu, sedang pada musim dingin dapat mencapai beberapa bulan. Menurut Gojmerac (1983), lama hidup lebah pekerja bervariasi antara 44 – 54 hari (rata-rata 50 hari).
LEBAH PEKERJA, SANG PEKERJA YANG SANGAT RAJIN, CERDAS DAN PEKERJA KERAS
Lebah pekerja bertanggungjawab penuh terhadap keutuhan dan kesejahteraan koloni. Kecuali tugas reproduksi, semua pekerjaan pada koloni lebah madu sepenuhnya dilakukan oleh lebah pekerja. Berdasarkan tempat berlangsungnya aktivitas dalam koloni lebah madu dapat digolongkan atas dua (2) fase yaitu:
1. Tugas di dalam sarang pada separo umurnya yang pertama. Tugas di dalam sarang yang berlangsung selama 3 minggu meliputi:
a.    Pembuatan sisiran sarang
b.    Pemeliharaan telur, larva dan pupa
c.    Penyediaan makanan ratu dan lebah jantan
d.    Menyisir dan merawat ratu
e.    Mempertahankan koloni dari serangan pemangsa

f.    Mengatur temperatur & kelembaban dalam  sarang
    g.   Mematangkan dan menyimpan madu
2.  tugas di luar sarang pada separo umur berikutnya. Tugas di luar sarang yang berlangsung selama 4 minggu adalah tugas mengumpulkan nektar, polen, propolis dan air.

TUGAS LEBAH PEKERJA 3 HARI PERTAMA SETELAH LAHIR
Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka.
Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang. Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut “propolis”. Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri, antivirus, antijamur sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet. Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka? Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya.
a. Lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya.
b. Bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan.

TUGAS LEBAH PEKERJA USIA 3 – 10

Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. Dengan mengeluarkan cairan putih seperti susu yang dikenal dengan nama Royal Jelly.
Untuk larva yang berusia 4-10 hari diberikan madu dicampur dengan bee pollen. Untuk larva yang dipersiapkan menjadi LEBAH RATU, lebah pekerja memberikan royal jelly seumur hidupnya. Ketelatenannya memberi makan dan merawat larva lebah membuat manusia semakin berdecak kagum. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yang berumur 3 sampai 10 hari.

TUGAS LEBAH PEKERJA USIA 10 – 18 HARI
Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin. Sejak hari ke-13 sampai 18 bertugas membuat dan memoles sisiran sarang dan menerima bahan makanan yang dibawa lebah lapang (lebah pekerja).

TUGAS LEBAH PEKERJA USIA 18-20 HARI.
Bertindak sebagai pengawal serta menjaga kesegaran udara di dalam sarang. Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang. Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.

Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.
Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Maha Perkasa. Jika Allah berkenan untuk mahluk sekecil lebah, pastinya Sang Pencipta juga sangat berkenan terhadap mahluk ciptaanNya yang paling sempurna yaitu ANDA. Apakah Anda belajar sesuatu? Jika iya, lakukan terobosan sejak hari ini, agar tecipta keajaiban-keajaiban. Cek keajaiban di www.miraclealwayshappens.blogspot.com . Bagaimana menurut Anda? 

HIDUP HANYA 1X, LAKUKAN DENGAN PENUH TEROBOSAN (Lion Djajono)

 

1 komentar:

  1. Filosofi & falsafah hidup LEBAH PATUT & PERLU untuk diterapkan sebagai tauladan untuk di terapkan dalam kehiduapan sebagai MANUSIA bersosial & bermasyarakat, termasuk kultur saling bantu dalam kebersamaan....sebagaimana dalam prilaku MLM ( saling bantu spt kehidupan LEBAH )

    BalasHapus