Sabtu, 19 April 2014

MENARILAH dan TERUS MENARI....

Tahukah anda bahwa lebah adalah PENARI ULUNG? Jika ia menari berarti ada kehidupan buat koloninya maupun buat seluruh mahluk di muka bumi ini. Karena ada sumber makanan dan ada yang dibantu penyerbukannya. WOW...ini mengagumkan!!!
Penelitian ilmiah terkini mengungkapkan bahwa untuk memproduksi setengah kilogram (0.5 kg) madu, lebah harus mengunjungi sekitar empat juta kuntum bunga (4.000.000 KUNTUM). Mendapatkan bunga bukan pekerjaan yang berat...tetapi mendapatkan 4 juta kuntum bunga-bunga adalah pekerjaan berat. Tapi seperti pepatah yang mengatakan bahwa berat sama dijinjing. Dengan koloni yang banyak memungkinkan semua terjadi. Dan ada banyak sisa madu yang dikonsumsi oleh umat manusia di seluruh dunia ini.
Koloni lebah memiliki sejumlah lebah pemandu dan lebah pencari makan.
  1. Bagaimana lebah pencari makan menemukan bunga di wilayah yang begitu luas dibanding ukuran tubuh mereka
  2. Bagaimana mereka memberitahu lebah-lebah lain tentang arah sumber bunga?
  3. Bagaimana mereka menemukan jalan kembali ke sarang tanpa tersesat?
FAKTA YANG MENAKJUBKAN!!! Ketika seekor lebah telah menemukan sumber bunga, maka tugas berikutnya dari lebah pemandu ini adalah untuk kembali ke sarang dan memberitahu lebah-lebah lain tentang lokasi di mana ia menemukan kumpulan bunga tersebut. Segera setelah lebah pemandu kembali ke sarangnya, ia mulai memberitahukan lokasi sumber bunga yang ia temukan kepada lebah-lebah lain. CARANYA:
  • Ia membiarkan lebah-lebah lain mencicipi sedikit nektar yang ia kumpulkan dari bunga untuk memberitahu mereka tentang kualitas nektar tersebut.
  • Menjelaskan arah menuju sumber bunga. Ia melakukan ini dengan cara yang sangat unik, yaitu dengan tarian. Lebah pemandu mulai menari di tengah-tengah sarang dengan menggoyangkan badannya. Sulit dipercaya, tapi gerakan dalam tarian ini memberikan lebah-lebah lain informasi tentang lokasi sumber bunga.
  1. Jika tarian berupa garis lurus ke arah bagian atas sarang, maka sumber makanan tepat mengarah ke arah matahari.
  2. Jika bunga berada pada arah sebaliknya, lebah akan membuat garis ke arah tersebut.
  3. Jika lebah menari ke arah kanan, maka ini menunjukkan bahwa sumber bunga berada tepat sembilan puluh derajat ke arah kanan.

Tetap ada satu pertanyaan, lebah menjelaskan arah tersebut berdasarkan posisi matahari, padahal posisi matahari terus berubah. Setiap empat menit matahari bergeser satu derajat ke barat, faktor yang mungkin menurut anggapan orang diabaikan lebah dalam penentuan arah ini. Tapi, pengamatan menunjukkan bahwa lebah-lebah ini juga memperhitungkan pergerakan matahari. Ketika lebah pemandu memberitahu arah lokasi bunga, dalam setiap empat menit, sudut yang mereka beritahukan juga bertambah satu derajat ke barat. Berkat perhitungan yang luar biasa ini, para lebah tidak pernah tersesat. Lebah pemandu tak hanya menunjukkan arah sumber bunga, tetapi juga jarak ke tempat tersebut. OMG...luar biasa!!!
Lama waktu tarian dan jumlah getaran memberi petunjuk kepada lebah-lebah lain tentang jarak ini secara akurat. Mereka membawa perbekalan sari-sari makanan yang sekedar cukup untuk menempuh jarak ini, lalu segera mulai melakukan perjalanan. (TAKE ACTION NOT TALK ONLY). Perilaku mengagumkan dari para lebah ini telah diuji dalam sebuah penelitian di California. Dalam penelitian ini, tiga wadah berisi air gula diletakkan di tiga tempat yang berbeda. Sesaat kemudian, lebah-lebah pemandu menemukan sumber makanan tersebut. 
  1. Lebah pemandu yang mendatangi wadah pertama (1) diberi tanda titik; 
  2. Yang mendatangi wadah kedua (2) ditandai dengan garis, dan 
  3. Yang mendatangi wadah ketiga (3) diberi tanda silang. 
Beberapa menit kemudian, lebah-lebah dalam sarang tampak mengamati dengan cermat para lebah pemandu ini. Para ilmuwan lalu memberi tanda titik pada lebah-lebah yang mengamati lebah pemandu bertanda titik, dan demikian halnya, mereka juga memberi lebah-lebah lain tanda yang sama dengan yang ada pada lebah pemandu yang mereka amati. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah bertanda titik mendatangi wadah pertama, yang bertanda garis tiba di wadah kedua dan yang bertanda silang di wadah ketiga. Jadi, terbukti bahwa lebah-lebah dalam sarang menemukan arah berdasarkan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh lebah-lebah pemandu.  
WOW luar biasa, fakta-fakta ini perlu menjadi pelajaran buat kita semua umat manusia di muka bumi ini. Dari mana lebah-lebah memperoleh kemampuan berorganisasi yang menakjubkan? Bagaimana seekor serangga mungil yang tak memiliki kecerdasan atau sarana berpikir mampu bertugas sebagai pencari makanan? Bagaimana ia dapat berpikir untuk mencari sumber makanan dan kemudian memberitahukannya kepada rekan-rekan sesarangnya? Bahkan jika ia dianggap mampu memikirkannya, bagaimana ia dapat menciptakan tarian untuk memberitahu yang lain tentang lokasi dan jarak sumber makanan? Bagaimana lebah-lebah dalam sarang mampu memahami arti gerakan dan getaran rumit dari lebah-lebah pemandu ? Teori Evolusi Darwin yang mengklaim bahwa kehidupan di bumi terjadi secara kebetulan, tak mampu menjawab beragam pertanyaan ini. Segala keahlian khusus lebah ini menunjukkan bahwa Penciptanya telah memberikan semua sifat ini kepada mereka. Allah menciptakan, dan mengilhami mereka untuk melakukan pekerjaan mereka.

Pelajaran yang diambil:
  1. Kuasa Sang Pencipta yang begitu luar biasa mencipta hewan kecil dengan kemampuan dan kreatifitas yang luar biasa. Kalau lebah madu saja diciptakan dengan segala kesempurnaannya apalagi kita umat manusia.
  2. Melakukan perhitungan dengan akurasi yang bisa diandalkan.
  3. Kekompakan bekerja secara team, bukan team kecil tetapi team dalam jumlah 20.000-60.000 ekor lebah.
  4. Kemampuan untuk menyampaikan pesan dan fleksibilitas terhadap perubahan arah matahari dalam penyampaian pesan.

Rabu, 19 Februari 2014

LEBIH HEBAT SIAPA??

LEBIH HEBAT dari AHLI MATEMATIKA, ARSITEK HANDAL, TEKNIK SIPIL YANG PALING BERPENGALAMAN, KOMUNIKATOR ULUNG, PENCIPTA YANG TERKENAL, AHLI KIMIA YANG CANGGIH.
Mengapa disebut demikian?
Lebih Hebat dari Ahli Matematika, karena Lebah madu hidup sebagai koloni dalam sarang yang mereka bangun dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam. Sarang tersebut digunakan untuk menyimpan madu, pollen, royal jelly maupun untuk menetaskan anak-anaknya. Pernahkah kita berpikir, mengapa heksagonal? Para ahli matematika mencari jawaban dan setelah melakukan perhitungan yang panjang didapatkan jawaban yang menarik!

Rabu, 12 Februari 2014

MEMANGNYA LEBAH MADU ADA BERAPA MACAM SICH??

MADU memang sangat terkenal di seluruh dunia. Bukan hanya madu, ada banyak produk-produk lain yang diproduksi oleh lebah madu. Bee Pollen, Bee Propolis, Royal Jelly dan lain-lain. Siapa-siapa dibalik tukang produksi hal-hal ajaib ini? Jika mengenal kehidupan, biasanya mahluk hidup terdiri dari 2 macam yaitu betina dan jantan. Berbeda dengan kasus lebah madu yang unik ini.

Lebah adalah hewan sosial yang selalu hidup bekelompok. 1 koloni lebah terdiri dari 30.000-60.000 bahkan ada yang 80.000 ekor. Wow...bagaimana mengatur rakyatnya? Siapa pemimpinnya. Sekarang saatnya kita mengenal personil-personilnya. Are you ready??
Ada 3 macam personil di dalam koloni lebah:
a.      Lebah Jantan
b.      Lebah Ratu
c.      Lebah Pekerja















LEBAH JANTAN (DRONES)
Lebah jantan merupakan anggota koloni dari kehidupan sosial lebah madu yang berasal dari telur-telur yang tidak dibuahi (unfertilized). Jumlahnya dalam koloni berkisar dari beberapa puluh sampai beberapa ratus ekor. Ukuran tubuh lebah jantan lebih besar dari lebah pekerja, tetapi lebih kecil dari lebah ratu. Lebah pejantan adalah satu-satunya lebah jantan yang terdapat di sarang lebah dan hanya bertugas untuk membuahi sang ratu lebah. Enam belas hari setelah ratu lebah yang baru terlahir, ia terbang ke tempat lebah jantan yang telah menunggu kedatangannya. Setelah membuahi sang ratu, lebah jantan ini kemudian mati.

Lebah jantan merupakan lebah pemalas dan pemakan yang rakus. Lebah jantan hanya keluar dari sarangnya jika cuaca cerah dan terbang untuk tiga tujuan yaitu: untuk membersihkan tubuh (cleansing flight), terbang orientasi dan mengawini ratu (mating flight) dan saat terjadinya pemisahan koloni (swarming flight) (Koeniger, 1991). Karena sifatnya yang pemalas itu, pada musim peceklik banyak lebah jantan yang dibunuh oleh lebah pekerja. Pada banyak koloni, lebah jantan sering dihasilkan (ditetaskan ratu) pada bulan Mei sampai Juli (Free, 1982) atau pada saat musim bunga.

Ratu Lebah [ Queen Bee ]
Disetiap sarang lebah, hanya akan terdapat satu (1) ratu lebah diantara koloni lebah yang jumlahnya mencapai 80,000 ekor. badannya paling besar dalam koloni. Lebah ratu berasal dari sel telur yang dibuahi. Ovariumnya berkembang sempurna dan mampu menghasilkan telur yang nantinya menetas menjadi calon ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Ratu Apis mellifera mampu menghasilkan telur sebanyak 2.000 butir per hari. Secara genetik, sang ratu bertanggung jawab untuk mengkontribusikan karakteristiknya pada lebah lainnya yang terdapat di sarang.
Di dalam satu koloni hanya terdapat satu ratu. Jika ada telur yang berkembang menjadi calon ratu, biasanya calon ratu harus keluar dari koloni dan membentuk koloni baru, jika tidak dibunuh oleh si ratu tua. Menariknya, walaupun lebah menghasilkan madu, tetapi ratu lebah tidak mau dimadu.

Lebah ratu hanya kawin sekali selama hidupnya. Prosesi perkawinan dengan beberapa ekor lebah jantan yang berlainan dan terjadi di angkasa pada siang hari saat udara cerah di lokasi tempat kawin yang disebut Drone Congregation Area (DCA). DCA merupakan tempat berkumpulnya lebah jantan (Koeniger, 1991). Perkawinan terjadi beberapa kali dengan lebah jantan yang berlainan sampai ratu merasa cukup memperoleh spermatozoa dan menyimpannya di dalam spermateka. Dua sampai tiga hari kemudian ratu mulai bertelur secara terus menerus sampai usianya mencapai 4 – 6 tahun atau sampai simpanan spermanya habis.
Lebah ratu memiliki mata majemuk yang paling kecil dibanding dengan lebah pekerja maupun lebah jantan. Di ujung kepalanya terdapat antena yang berbentuk cincin berjumlah 11 buah dan perut terdiri atas 6 segmen. Perkembangan lebah ratu mulai dari telur sampai dewasa adalah 15 hari dan setelah itu ia siap dikawini oleh lebah jantan (Pavord, 1975).

          Ratu Lebah
  • Mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya.
  • Hidup 40 kali lebih lama diban-dingkan lebah pekerja, kira-kira 4 hingga 6 tahun.
  • Tumbuh 40% lebih besar diban-dingkan lebah pekerja.
  • Bertelur (ribuan) setiap hari.
  • Aktif secara seksual
  • Membutuhkan 16 hari untuk berkembang

          Lebah Pekerja
  • Mengonsumsi royal jelly hanya pada 3 hari pertama dalam fase larva.
  • Hanya hidup untuk beberapa minggu, rata-rata sampai dengan 50 hari.
  • Memiliki tubuh lebih kecil dari ratu lebah.
  • Tidak berproduksi/mandul
    Tidak aktif secara seksual
  • Membutuhkan 21 hari untuk berkembang

Lebah Pekerja (Worker)
Lebah perawat (nurse bees); Lebah pencari (scout bees); Lebah pengumpul (collector bees).
Lebah pekerja merupakan kelompok yang jumlahnya paling besar dalam koloni. Sama halnya dengan lebah ratu, lebah pekerja juga berasal dari sel telur yang dibuahi (Dietz, 1986). Dalam satu koloni jumlahnya bisa mencapai 30.000 ekor dan 60.000 ekor pada koloni A. mellifera. Lebah pekerja adalah lebah betina yang organ reproduksinya tidak berkembang sempurna dan tidak dapat menghasilkan telur pada kondisi normal (Gojmerac, 1983).

Lebah pekerja bertanggungjawab penuh terhadap keutuhan dan kesejahteraan koloni. Kecuali tugas reproduksi, semua pekerjaan pada koloni lebah madu sepenuhnya dilakukan oleh lebah pekerja. Dipandang dari tempat berlangsungnya aktivitas dalam koloni lebah madu dapat digolongkan atas dua fase yaitu: 

  1. Tugas di dalam sarang pada separo umurnya yang pertama. Tugas di dalam sarang yang berlangsung selama 3 minggu meliputi pembuatan sisiran sarang, pemeliharaan telur, larva dan pupa, penyediaan makanan ratu dan lebah jantan, menyisir dan merawat ratu, mempertahankan koloni dari serangan pemangsa, mengatur temperatur dan kelembaban dalam sarang serta mematangkan dan menyimpan madu (Sihombing, 1997)
  2. Tugas di luar sarang pada separo umur berikutnya. Tugas di luar sarang yang berlangsung selama 4 minggu adalah tugas mengumpulkan nektar, polen, propolis dan air (Singh, 1962). 
Dengan komunitas yang beranggotakan puluhan ribu, ternyata Lebah memiliki keteraturan dengan bermacam-macam jenis maupun tugas masing-masing. Kuasa Allah begitu luar biasa dengan mahluk lemah namun kuat, LEBAH  MADU. Bagaimana dengan manusia? Apakah anda mempelajari sesuatu?


GO BREAKTHROUGH

Jumat, 03 Januari 2014

MADU MAKANAN UNIVERSAL

SEMUA KITAB SUCI MEREKOMENDASI MADU

MADU, adalah cairan yang dihasilkan oleh mahluk kecil nan rajin menjadikan SEJARAH bagi DUNIA bahwa HASILNYA super duper dahsyat dan sangat bermanfaat untuk kehidupan bumi dan seluruh umat manusia. Literatur madu sebagai obat dan makanan selain tertera pada sejumlah naskah kuno, juga tertuang dalam ayat-ayat Alqur’an, Kitab Suci Perjanjian Lama dan Baru, Taurat, Kitab Weda dan mitologi Hindu.



Al Qur’an
Madu merupakan obat sekaligus satu-satunya suplemen yang direkomendasikan Al Qur'an seperti yang tertera pada surat An Nahl (16) ayat 68-69: ‘’Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan". Sebuah kupasan menarik tentang lebah disampaikan Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al Qur’an. "... Maka pengantar uraian peristiwa Isra' adalah surat yang dinamai Tuhan dengan sebutan Al-Nahl, yang berarti lebah. Mengapa lebah? Karena makhluk ini memiliki banyak keajaiban. Keajaibannya itu bukan hanya terlihat pada jenisnya, yang jantan dan betina, tetapi juga jenis yang bukan jantan dan bukan betina. Keajaibannya juga tidak hanya terlihat pada sarang-sarangnya yang tersusun dalam bentuk lubang-lubang yang sama bersegi enam dan diselubungi oleh selaput yang sangat halus menghalangi udara atau bakteri menyusup ke dalamnya, juga tidak hanya terletak pada khasiat madu yang dihasilkannya, yang menjadi makanan dan obat bagi sekian banyak penyakit. Keajaiban lebah mencakup itu semua, dan mencakup pula sistem kehidupannya yang penuh disiplin dan dedikasi di bawah pimpinan seekor "ratu".Lebah dipilih Tuhan untuk menggambarkan keajaiban ciptaan-Nya agar menjadi pengantar keajaiban perbuatan-Nya dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj. Lebah juga dipilih sebagai pengantar bagi bagian yang menjelaskan manusia seutuhnya. Karena manusia seutuhnya, manusia mukmin, menurut Rasul, adalah "bagaikan lebah, tidak makan kecuali yang baik dan indah, seperti kembang yang semerbak; tidak menghasilkan sesuatu kecuali yang baik dan berguna, seperti madu yang dihasilkan lebah itu".
Kemudian khasiat madu ditegaskan lagi dalam Hadits yang diriwayatkan Bukhari: ‘’Madu adalah penyembuh bagi semua jenis sakit dan Al Qur’an adalah penyembuh bagi semua kekusutan pikiran’’.Filosofi lebah juga banyak mengajarkan kepada manusia tentang arti hidup. Misalnya lebah itu mencari makanan atau rejeki di tempat yang bersih seperti bunga-bunga dari pepohonan sehingga memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan lalat yang selalu mencari rejeki di tempat yang kotor sehingga menimbulkan berbagai penyakit kepada manusia.

ALKITAB:
Kitab Perjanjian Lama memiliki banyak referensi tentang madu sebagai lambang semua berkat Allah yang berlimpah, menyenangkan dan dirindukan. Kitab Keluaran menggambarkan Tanah Perjanjian sebagai “suatu negeri yang berlimpah-limpah madu” (Kel 33:3). “Sebab Tuhan, Allahmu membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik…suatu negeri dengan …madunya…di mana engkau tidak akan kekurangan apapun. (Ulangan 8:7-9)Dalam Mazmur, ada kutipan, “Tetapi umat-Ku akan kuberi makan gandum yang terbaik dengan madu dari gunung batu, Aku akan mengenyangkannya.” (Mazmur 81:17) dan Amsal berkata, ‘’Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.’’ (Amsal 16:24). “Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu.” (Amsal 24:13). Pada zaman Israel kuno, madu merupakan sumber gula utama alami yang dipakai untuk memanggang, membuat minuman dan pemanis makanan. Selama ribuan tahun, mereka menyajikan madu sebagai suatu cara menghormati tamu. Biasanya disajikan setelah akhir menu utama di malam hari. Sedemikian pentingnya madu dalam tradisi Yahudi sehingga sebagian sarjana percaya suatu pengecualian dibuat untuknya dalam hukum makanan: serangga dan produk serangga biasanya dianggap tidak bersih, tapi madu adalah kosher (Halalnya orang Yahudi –Red). Dalam Perjanjian Baru, sosok Yohanes Pembaptis dilukiskan sebagai pria yang memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (Mat 3:4, Markus 1: 6). Madu mengandung protein yang tinggi sehingga kerap dikonsumsi para pertapa di hutan sebagai suplemen dan sumber energi. Bahkan di Timur Tengah disebut honey cream, seperempat hingga setengah cup madu ditambahkan ke dalam 1 pint yogurt plain, sour cream atau heavy cream. Biasanya, madu dan yogurt (sour cream atau heavy cream) ditaruh dalam mangkuk di atas meja dan setiap tamu mencampur honey cream sendiri untuk dicicipi. Di malam yang dingin, yogurt atau krim dipanaskan. Pada musim panas, yogurt didinginkan di bagian terdingin dari lemas es (Benny Hin, 2006).

TRIPITAKA
Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi para bhikku setelah makan siang, salah satunya adalah madu. Selama 3 bulan para bhikku dan bhikkuni yang meditasi tidak konsumsi apapun kecuali madu. Seperti yang disebutkan dalam Vinaya Pitaka, ‘’Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah ... madu’’ (Mahavagga VI.208 15-10).

WEDA/ VEDA
Dalam Kitab Suci Weda tertulis: ‘’Hidup manusia akan diperpanjang dan diawetkan jika dalam makanannya sehari-hari selalu ada madu...,’’ Dalam mitologi Hindu terdapat penghargaan yang tinggi terhadap serangga penghasil madu. Lebah menempati kedudukan sangat terhormat dan dilambangkan sebagai perwujudan Dewa Wisnu yang sedang hinggap di atas bunga teratai (padma) guna memberi kehidupan dan kemakmuran kepada seluruh makhluk di mayapada.Menurut Hinduisme, Wisnu adalah sebutan Tuhan, dalam fungsinya sebagai Pelindung dan Pemelihara dengan segala kasih sayang-Nya. Sedangkan bunga teratai adalah lambang keharmonisan alam, kesucian dan kedamaian abadi

Ayurveda atau "Ilmu tentang kehidupan" yang berakar dari Kitab Veda menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktikkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana (Peremajaan) yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting.

Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan madu dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.


Sesuatu yang disebutkan di kitab suci tentunya berisi Perintah-Perintah serta Larangan. Dan ternyata mengkonsumsi MADU adalah disarankan oleh semua kitab suci umat beragama apapun. Lebih dari sekedar madu, lebih dari sekedar manis, tetapi manfaatnya yang luar biasa. Sejak jaman para nabi dan ribuan tahun yang lalu telah direkomendasi sebagai makanan universal. So...ayo minum  madu jika mau sehat!!!

Hidup Hanya Satu Kali, Hiduplah dengan Penuh Terobosan (Lion Djajono)

Rabu, 01 Januari 2014

BELAJAR YUKKK dari SANG GURU, LEBAH PEKERJA

BELAJAR...adalah kata-kata yang biasa diberikan untuk mereka-mereka yang masih bersekolah atau duduk di bangku kuliah. Pertanyaanya apakah belajar hanya saat itu? atau Belajar dilakukan seumur hidup? Kepada siapakah kita perlu belajar? Guru...YES pada GURU...siapakah guru itu? yang pasti setiap orang atau setiap mahluk atau setiap keadaan yang membuat manusia tercerahkan disebut sebagai GURU. Apakah anda setuju? Jika iya...ayo kita belajar lebih banyak!! SIAP??


Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri melainkan berasal dari kuasaNYA yang Maha Dashyat dan Maha Pencipta.