Rabu, 19 Februari 2014

LEBIH HEBAT SIAPA??

LEBIH HEBAT dari AHLI MATEMATIKA, ARSITEK HANDAL, TEKNIK SIPIL YANG PALING BERPENGALAMAN, KOMUNIKATOR ULUNG, PENCIPTA YANG TERKENAL, AHLI KIMIA YANG CANGGIH.
Mengapa disebut demikian?
Lebih Hebat dari Ahli Matematika, karena Lebah madu hidup sebagai koloni dalam sarang yang mereka bangun dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam. Sarang tersebut digunakan untuk menyimpan madu, pollen, royal jelly maupun untuk menetaskan anak-anaknya. Pernahkah kita berpikir, mengapa heksagonal? Para ahli matematika mencari jawaban dan setelah melakukan perhitungan yang panjang didapatkan jawaban yang menarik!
 Cara terbaik membangun tempat penyimpanan yang berkapasitas terbesar dengan menggunakan bahan bangunan sesedikit mungkin adalah dengan membuat dinding berbentuk heksagonal. Ayo bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain. Andaikan lebah membangun kantung-kantung penyimpan tersebut dalam bentuk tabung, atau seperti prisma segitiga, maka akan terbentuk celah kosong di antara kantung satu dan lainnya, dan lebih sedikit madu tersimpan di dalamnya. Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan celah kosong. Tapi di sini, ahli matematika menyadari satu hal terpenting. Dari semua bentuk geometris tersebut, yang memiliki keliling paling kecil adalah heksagonal. Singkatnya, suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit. bentuk ini pun dapat memerangkap lebah banyak oksigen dan unsur lainnya yang mereka perlukan.
Lebih Hebat dari TEKNIK SIPIL yang paling berpengalaman karena lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat di mana mereka bertemu. Mereka membangun tanpa menggunakan alat ukur, tanpa menggunakan alat bangunan untuk memotong dan memoles tetapi hasilnya...WOW sungguh luar biasa.
Lebah madu ini  bekerjasama dalam membangun kantung-kantung madu ini dengan spirit yang luar biasa. Bila seseorang mengamati sarang lebah yang telah jadi, mungkin ia berpikir bahwa rumah tersebut terbangun sebagai blok tunggal.
Lebih Hebat dari ARSITEK yang Handal, karena lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat (13 derajat) dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah. Bangunan bertingkat dengan struktur yang kokoh dan model yang mengagumkan.
Lebih Hebat dari KOMUNIKATOR Ulung, karena lebah berkomunikasi dengan Menari. Untuk mengisi kantung-kantung ini dengan madu, lebah harus mengumpulkan nektar, yakni cairan manis pada bunga. Selain menggunakan tarian lebah juga mengunakan komunikasi dengan bau....OMG...luar biasa bukan? Tariannya tidak hanya satu macam tetapi ada bermacam dan sesuai dengan pergerakan sinar matahari. Hebat bukan??
Lebih Hebat dari PENCIPTA yang Terkenal. Bukan hanya merubah nektar bunga menjadi madu melalui proses di perut lebah. Bukan hanya mampu mencipta nutrisi royal jelly untuk menciptakan ratu lebah. Bukan hanya mampu merubah getah tumbuhan dan dioleh dengan air liurnya untuk menjadi propolis yang dikenal dengan istilah Russian Penicillin. Melainkan lebah mencipta sarangnya dari lilin lebah yang dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. Di usia 10 hari lebah pekerja kelenjar tubuhnya mampu memproduksi lilin dan merembes melalui pori-pori kecil dalam tubuh lebah. Bongkahan-bongkahan lilin tersebut kemudian dikunyah dan ditambahkan ke pembangunan sarang madu.
Lebih Hebat dari AHLI KIMIA yang Canggih. Sarang harus dijaga agar berada pada tingkat kelembaban tertentu, mengingat sarang tidak saja sebagai tempat tinggal mereka, namun juga sebagai tempat penyimpanan madu yang terjaga kualitasnya. Jika tingkat kelembaban berada dibawah atau di atas standar, maka madu terancam rusak, kehilangan nutrisi. Akibatnya lebah tidak mengkonsumsinya juga manusia. Begitu pun dengan suhu, sarang lebah memiliki suhu 32 derajad Celcius. Lebah menjaga agar sarang tetap pada suhu tersebut selama sekitar 10 bulan. Untuk mengatur suhu dan sirkulasi udara…lebah membentuk kelompok yang berperan sebagai ‘kipas angin’ untuk menjaga agar sarang stabil suhu dan kelembabannya. Caranya, lebah-lebah ventilator ini berkumpul merapat didepan ‘pintu’ masuk sarang, lantas mengerakkan sayap-sayap mungil mereka untuk mengipasi sarang. Selain ‘tukang kipas’ di pintu, lebah-lebah di bagian dalam sarang juga ada sebagai ‘tukang kipas tambahan’ yang menggerakkan udara hingga ke sudut-sudut ruangan sarang. Sistem ini juga bermanfaat untuk menghilangkan asap dan polusi dari rumah/ sarang lebah tersebut.

Prilakunya, karakternya, karyanya sangat mengagumkan!!! Untuk menghargai hasil karya Allah melalui Lebah, konsumsilah produk-produk perlebahan untuk kesehatan sehingga bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

Bagaimana menurut Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar